TAHUKAH ANDA?
Tahukah anda?
Badan Pusat Statistik (BPS)* mencatat, rata-rata kenaikan biaya pendidikan mencapai 10% per tahun dan 82.66% lulusan SMA/SMK tidak dapat melanjutkan ke Perguruan Tinggi.
*Badan Pusat Statistik 2015.
Badan Pusat Statistik (BPS)* mencatat, rata-rata kenaikan biaya pendidikan mencapai 10% per tahun dan 82.66% lulusan SMA/SMK tidak dapat melanjutkan ke Perguruan Tinggi.
*Badan Pusat Statistik 2015.
FAKTANYA:
Perkiraan biaya kuliah S1 di Indonesia
2015 2025
UI 155 jt 928jt
Trisakti 210 jt 1,30m
Pelita harapan 250 jt 1,54m
Binus int. 210 jt 1,30m
Perkiraan biaya kuliah S1 di Indonesia
2015 2025
UI 155 jt 928jt
Trisakti 210 jt 1,30m
Pelita harapan 250 jt 1,54m
Binus int. 210 jt 1,30m
Perkiraan biaya S1 di luar negeri
Usa 2,38m 4,26m
Uk. 2,13m 3,81m
Singapore 920 jt 1,64m
Australia 1,85m 3,30m
Inflasi mengikuti kebijakan ekonomi negara masing2.
Alhamdulillah ada layanan SYARIAH YG BISA MEMBANTU IMPIAN KELUARGA ANDA
*"TAKAFULINK SALAM"*
👉🏻 premi yg relatif terjangkau
👉🏻 lajang maupun yang sudah berkeluarga, yang ingin mempersiapkan dana untuk biaya pendidikan buah hati tercinta.
👉🏻 menghendaki perlindungan terhadap penyakit kritis
👉🏻 perlindungan kesehatan cassless rawat inap, rawat jalan dll.
Untuk info dan pengajuan dapat menghubungi
Takaful Agency Manager
*Rusni TAKAFUL*
☎ 081315256839 / 085782340499
*Rusni TAKAFUL*
☎ 081315256839 / 085782340499
TAKAFUL asuransi pertama dan terbaik syariah
www.takafuljakarta.com
www.takaful99.blogspot.co.id
www.takaful99.blogspot.co.id
"Ada beberapa option, misalnya asuransi pendidikan, reksadana, saham, deposito, dan properti," ujar Karin.
Dia mengimbuhkan, salah satu produk yang paling populer untuk menjamin ketersediaan biaya pendidikan adalah asuransi pendidikan. Asuransi pendidikan menawarkan solusi yang relatif lengkap. Ketersediaan perlindungan, jaminan nilai dana pendidikan, serta ketersediaan manfaat dana tunai membuat asuransi jenis tersebut menjadi pilihan para orang tua.
"Puluhan tahun menabung, jangan sampai kalau terjadi sesuatu dengan kita, nanti (anak-anak) jadi susah. Kita tidak pernah tahu kapan risiko akan datang pada kita," pungkasnya.
